Back to Others News
Catatan Garuda Asia, Bagian Kelima: Tim Gagal Curi Poin di Pertandingan Kedua
Others
Share:

Catatan Garuda Asia, Bagian Kelima: Tim Gagal Curi Poin di Pertandingan Kedua

Kekalahan, mungkin ini yang sangat tidak diinginkan oleh suatu tim sepak bola manapun kala bertanding. Bahkan kita sebagai individu pun tidak menginginkan hal itu terjadi dalam hidup kita. Namun, goresan takdir Tuhan itu sama sekali tidak ada yang bisa menghindari dan menyangkalnya walau kita sudah berusaha. Salah satunya adalah ketika timnas U-16 yang menjalani pertandingan melawan tuan rumah Thailand, Selasa (11/7) dalam ajang piala AFF U-15 yang berlangsung di Stadion IPE Chonburi Campus 1.

Optimisme tinggi diperlihatkan oleh para punggawa timnas ini mulai di hotel, tempat latihan, berangkat ke stadion, hingga dalam ruang ganti pemain. Mereka yakin bisa memenangkan pertandingan.

Terus berusaha sepanjang pertandingan hingga sampai wasit Hoang Ngoc Ha asal Vietnam meniupkan pluit tanda berakhirnya pertandingan, kapten timnas U-16 Brylian Aldama dan kawan-kawan harus rela kehilangan kesempatan untuk mencuri poin usai dikalahkan 0-1 oleh tim tuan rumah. Gol semata wayang lawan diciptakan oleh Suphanat Muenta pada menit ke 73.

Indonesia bukan tanpa peluang di pertandingan ini. Terhitung, peluang-peluang datang dari David Maulana. Pertama saat pertandingan memasuki menit 15, pemain bernomor punggung tujuh itu melepaskan tendangan bebas tetapi masih bisa diamankan oleh kiper Thailand, Anuchid Taweesri. Begitu juga yang terjadi di menit 26. Dimana dia mencoba melepaskan tendangan jarak jauh yang masih tipis melenceng di atas mistar.

Andre Oktaviansyah juga mendapat peluang pada menit 24, namun dia masih kurang tenang. Kemelut didepan gawang lawan sempat terjadi tepisan dan tangkapan yang kurang lengket dari Anuchid gagal dimanfaatkan oleh Muhammad Reza Fauzan dan Fadillah Nur Rahman masih bisa tahan oleh para pemain Thailand. Skor kacamata menjadi pengakhir aksi kedua tim di babak pertama.

Pemain yang memiliki idola Robert Lewandowski, Rendy Juliansyah yang sudah dua kali tampil menjadi starter tampil tidak optimal. Maka dari itu, Amirudin Bagus masuk menggantikannya. Efeknya sangat terasa, terhitung dua kali pemain tersebut memberikan ancaman ke gawang Thailand.

Pelatih kepala Garuda Asia, Fakhri Husaini yang tampil atraktif di pinggir lapangan itu apalagi saat pemainnya Miftahul Husyen disikut oleh salah satu pemain Thailand sontak juga ofisial lain dibuat berang oleh kepemimpinan wasit pada menit ke-46.

Wasit pun meminta mereka untuk tenang. Tak ingin lama-lama larut dalam hasil, Fakhri mengatakan bahwa timnya kalah dengan terhormat dalam pertandingan yang berjalan begitu ketat.

“Kami kalah dengan cara yang terhormat. Pertandingan begitu ketat, kami memang mengalami tekanan tapi juga bisa memberikan tekanan dan bahkan bisa menciptakan beberapa peluang. Tapi inilah sepakbola, hasil akhirnya Thailand yang menang,” buka Fakhri usai pertandingan.

“Ketika kami kasih sedikit ruang ke mereka, ini yang mereka bisa manfaatkan dengan baik sekali. Di 20 hingga 15 menit terakhir itu anak-anak sedikit kehilangan konsentrasi. Dan momen tersebut itulah yang mampu dimanfaatkan Thailand.”

Meski begitu, dirinya dan tim masih memiliki rasa optimis yang tinggi pada tiga sisa pertandingan berikutnya. Dia juga tidak ingin mengkritisi pemimpin pertandingan (wasit) dalam laga itu.

“Kami tetap optimistis karena masih ada tiga laga lagi, ada sembilan poin yang masih bisa kami kejar. Kalau di tiga pertandingan berikutnya kami bermain minimal seperti ini, saya optimistis bisa meraih hasil positif di tiga laga sisa. Jadi, peluang kami untuk lolos masih terbuka,” tegasnya.

“Mengenai wasit itu biarlah penonton saja yang menilai. Tapi saya melihat memang ada beberapa keputusan yang kurang tepat saat pemain Indonesia dilanggar. Inilah sepakbola, wasit sudah ada yang mengurusnya, kalau saya itu tugasnya harus lebih fokus untuk mempersiapkan tim guna menghadapi pertandingan berikutnya.”

Mencoba untuk meresapi kekalahan, beberapa pemain sangat sedih saat berakhirnya pertandingan. Namun begitu, teriakan semangat dari pelatih, ofisial, dan penonton yang mendukung permainan timnas U-16 langsung menghapus kesedihan mereka dalam sekejap.

“Usai pertandingan, anak-anak masih tetap optimis, mereka katakan sendiri kalau masih ada pertandingan lainnya. Meski saya melihat ada penyesalan dari mereka. Itu wajar, di umur mereka yang masih muda. Namun saya yakin, anak-anak bisa bangkit di pertandingan berikutnya,” tutup Fakhri.

Pertandingan berikutnya, Indonesia U-16 ini akan bertemu dengan Australia yang dipertandingan lain berpesta delapan gol ke gawang Singapura. Pertemuan Australia dengan Indonesia akan terjadi hari Kamis (13/7) pukul 18.30 di Stadion IPE Chonburi Campus 1.

Catatan Garuda Asia, Bagian Kelima: Tim Gagal Curi Poin di Pertandingan Kedua | PSSI