
Catatan Garuda Asia, Bagian Keenam: Tim Tetap Optimis di Dua Laga Terakhir
Menilik kesiapan pasukan Garuda Asia, mereka sangat siap menghadapi turnamen piala AFF U-15 yang diselenggarakan di Chonburi, Thailand dari tanggal 9 hingga 22 Juli 2017 tersebut.
Tiga laga sejauh ini sudah dilewati tim asuhan pelatih kepala Fakhri Husaini dalam turnamen itu. Satu kali hasil seri 2-2 melawan Myanmar, kalah melawan tuan rumah Thailand (1-0) dan Australia (7-3).
Ini proses, kemenangan itu bukan suatu pekerjaan mudah dan instant yang bisa diraih. Lagipula, ini adalah tim yang dipersiapkan oleh PSSI untuk tim nasional masa depan. Beberapa calon pemain masa depan itu sudah bisa terlihat dalam ajang ini. Negara-negara lain pun juga sudah mempersiapkan tim mereka bahkan jauh dari sebelum adanya turnamen ini.
Persiapan jelang melawan tim Australia diungkapkan oleh Fakhri usai memimpin latihan timnya di IPE Chonburi Stadium, Rabu (12/7).
“Kami recovery training dan latihan untuk persiapan lawan selanjutnya. Pertandingan melawan Australia ibarat final bagi kami, sangat menentukan. Titik balik tim ini bisa dilihat esok hari. Anak-anak saya harapkan bias berjuang habis-habisan untuk mengalahkan lawan kita besok,” buka Fakhri.
“Saya menilai lawan itu kuat, mereka kalah sekali dari Thailand namun bisa bangkit menang saat lawan Singapura. Saya rasa pertandingan besok akan sangat menarik. Lawan memiliki pemain sayap yang bagus, lincah dan memiliki umpan crossing yang baik. Mereka juga tidak hanya mengandalkan fisik saja, namun saya melihatnya ada permainan taktik yang bagus.”
“Kami tetap meminta dukungan dari para masyarakat indonesia supaya kami bisa mengalahkan Australia dan mencuri poin kemenangan.”
Namun takdir berkata lain, sekali lagi timnas U-16 harus takluk dengan kematangan taktik dan persiapan yang dilakukan oleh timnas Australia. Amiruddin Bagus Kahfi sempat membuat pendukung Indonesia yang berada di Thailand sorak sorai dengan gol cepatnya di menit kedua, lalu berlanjut pada menit ketujuh.
Berhenti sampai disitu Bagus dan kawan-kawan mencetak gol, yang terjadi selanjutnya adalah dominasi permainan dari timnas Australia. Pada menit kesembilan, Trent Ostler bisa berbalik mencetak gol sehingga skor menjadi 2-1. Menit 11', giliran Ostler memberikan umpan untuk Vinko Botic dan skor jadi 2-2.
Australia malahan bisa berbalik unggul setelah bola ke tiang jauh dari James Sepping di sisi kiri malah masuk ke gawang kawalan Ahludz Dzikri pada menit ke-17.
Australia tidak lagi memikirkan dan lengah soal bertahan, sehingga Indonesia pun kesulitan untuk mencetak gol. Paruh pertama berakhir 5-2, karena Australia menambah gol lewat Botic (30') dan Birkar Kirdar lima menit sebelum turun minum.
Fakhri Husaini melakukan pergantian pemain pada babak kedua, Ahludz Dzikri digantikan oleh Pualam Bahari. Rendy Juliansyah pun masuk untuk dimainkan bersama Bagus Kahfi, Brylian Aldama juga ditarik keluar.
Belum juga berkembang dalam permainan, Australia malah kembali mencetak gol lewat skema sepak pojok yang disambut oleh Ryan Teague pada menit 55'. Gol ketiga Bagus Kahfi di menit ke-62 memperkecil ketertinggalan jadi 6-3.
Australia tidak butuh waktu untuk mencetak gol. Saat masuk menit 65' lagi-lagi tim arahan Anthony Vidmar membobol gawang Indonesia. Stephan De Robillard yang masuk sebagai pemain pengganti mencatatkan namanya di papan skor.
Pada pengujung laga, Indonesia sebenarnya bisa memperkecil kekalahan. Penalti yang didapat Indonesia dieksekusi oleh David Maulana, sayangnya bisa terbaca kiper lawan dan skor akhir 7-3 untuk Australia memastikan langkah Indonesia terhenti.
“Taktik kita untuk mencuri poin dan gol di awal pertandingan cukup berhasil, tapi tidak diimbangi dengan kekompakan sehingga tim kami mengalami kesulitan dalam bertahan,” ungkap Fakhri usai pertandingan.
“Pemain tengah kami tidak berjalan dengan baik, pemain belakang juga saya kira kurang maksimal. Baiknya kinerja lini depan tidak diimbangi dengan pemain belakang kami.”
“Bagaimanapun juga saya tetap apresiasi kinerja tim kami yang terus bermain tanpa kenal lelah juga kami akan tetap evaluasi dan perbaiki kinerja tim di dua sisa pertandingan nanti.”
Manajer timnas U-16, Kelik Wirawan mengatakan, “Kita semua melihat bagaimana laga yang telah berjalan. Harus diakui bahwa Australia permainannya terstruktur dan tidak panik walau sempat tertinggal dahulu 2-0. Anak-anak mereka pun mempunyai kemampuan mengelola bola yang baik sehingga mampu membuat 3 goal tapi secara keseluruhan memang lawan menguasai permainan,” imbuhnya.
“Ada banyak hal yang akan kita benahi atas pengalaman di tiga laga ini terutama laga melawan Australia. Dua laga sisa semoga anak-anak dapat memetik kemenangan sehingga memulihkan kepercayaan diri lagi. Sebab setelah itu kami akan menatap kualifikasi piala AFC pada bulan september 2017 nanti di bangkok.”
“Terimakasih atas segala dukungan moral yang diberikan oleh masyarakat bola di tanah air dan mohon doa dan dukungannya selalu semoga pengalaman di AFF 2017 ini memperkuat timnas U-16 dikemudian hari.”
Adapun curahan hati tertuang disini oleh sang pencetak gol hattrick Amiruddin Bagus Kahfi. “Kami kalah, itu yang membuat saya sedih. Teman-teman juga. Meski begitu saya bisa mencetak tiga gol tapi belum dapat membantu tim membawa kemenangan. Kami tetap akan memberikan permainan terbaik kami di sisa pertandingan nanti. Saya dan teman-teman sudah berjanji.
Berikutnya, pasukan Garuda Asia akan menghadapi Laos di hari Sabtu (15/7). Latihan pun tetap dilakukan oleh pelatih kepala tim ini bersama stafnya. “Kami kembali latihan pemulihan kondisi fisik dan kebugaran pemain hari ini di taman kota, latihan ini juga sebagai ajang refreshing untuk mereka ditengah jadwal turnamen yang padat,” tutur Fakhri. “Mengenai lawan kami selanjutnya, Laos itu bukan tim yang bisa dianggap remeh. Kiprah mereka di turnamen ini cukup baik,” sambung Fakhri.
“Hasil-hasil pertandingan kami sebelumnya kami evaluasi di latihan dan kami akan bangkit.”
Garuda Asia, sesuai motto mereka ‘Pantang Menyerah dan Bisa’ itu tidak mau pulang ke tanah air hanya meraih hasil satu kali seri melawan Myanmar dan dua kali kalah saat berhadapan dengan Thailand dan Australia. Itu (motto mereka) yang ditekankan dalam tim untuk menghadapi dua pertandingan sisa di turnamen ini.
“Kami tidak ingin pulang dengan hanya mendapatkan satu poin saja di turnamen ini. Itu yang saya katakan kepada pemain. Jadi, sisa dua pertandingan nanti kami akan bertekad untuk menang dan meraih enam poin sisa lagi, kami menganggap sisa pertandingan juga sebagai uji coba persiapan bagi kami,” imbuhnya.
“Yang jelas, nanti saya akan merotasi pemain untuk memberikan kesempatan bertanding kepada pemain yang belum bermain di turnamen ini,” tutup Fakhri mengenai pertandingan esok hari melawan Laos.





