Kembali ke Berita Berita
Mata Fakhri Husaini Berkaca-kaca Usai Pertemuan di PSSI
Berita
Bagikan:

Mata Fakhri Husaini Berkaca-kaca Usai Pertemuan di PSSI

PSSI sangat memperhatikan pengembangan pemain sepak bola usia dini. Maka dari itu saat ada kalendar event AFF yang juga ditetapkan bahwa Indonesia mendapatkan kesempatan sebagai tuan rumah, PSSI langsung tancap gas menunjuk Fakhri Husaini yang merupakan mantan pemain timnas era 90’an untuk menjadi pelatih kepala timnas kelompok usia U-16 dan U-19.

Timnas, baik U-16 dan U-19 lantas mulai dibangun sejak tahun 2014. Pencari bakat pun disebar ke 25 provinsi yang ada di Indonesia untuk menunjuk 52 pemain terpilih. 26 pemain masing-masing dibagi ke dalam dua kelompok (U-16 dan U-19).

52 orang pemain terpilih itu kemudian mengikuti pelatnas yang diadakan di Pusat Pelatihan Timnas Usia Muda, Sawangan-Depok. Berbagai latihan dan uji coba telah dijalani oleh timnas Fakhri itu (baik U-16 dan U19). Peningkatan kemampuan secara signifikan pun dialami oleh kedua timnas.

Namun sayangnya, hari ini, Jumat (12/06) tim yang dibentuk dengan tetesan keringat pemain dan pelatih serta ofisialnya itu harus berakhir.

Mereka yang sebelumnya direncanakan mengikuti event AFF U-16 Championship 2015 tanggal 27 Juli – 9 Agustus 2015 di Solo dan AFF U-19 Championship 2015 tanggal 22 Agustus – 4 September 2015 di Sidoarjo, setelah sanksi FIFA dan surat pernyataan AFC juga AFF menyatakan bahwa timnas tidak bisa mengikuti event tersebut.

“Kami diundang oleh PSSI untuk mendapatkan kejelasan mengenai kelanjutan timnas yang saya pimpin. Pertemuan tadi memutuskan bahwa mulai hari ini, timnas kami dinyatakan berhenti atau dibubarkan oleh PSSI karena tidak bisa mengikuti event dan kompetisi AFF yang akan datang. Kita juga tidak diikutkan dalam drawing untuk event tersebut,” tutur Fakhri, Jumat (12/06) di PSSI.

“Ketika saya menerima tugas sebagai pelatih tim ini, saya tidak pernah membayangkan bahwa tugas saya harus berakhir dengan cara tragis seperti ini. Sulit bagi saya untuk menyampaikan berita ini kepada anak-anak nantinya,” ucapnya getir. Terlihat mata Fakhri mulai berkaca-kaca saat mengungkapkan hal tersebut.

“Saya tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan mereka betapa hancurnya perasaan mereka menerima kenyataan bahwa mereka tidak bisa mengikuti event dan timnas dibubarkan. Padahal mereka sangat antusias menghadapi dua event AFF itu,” lanjutnya.

Dalam jumpa persnya Fakhri Husaini meminta izinnya untuk meminta solusi yang akan diberikan Menpora dan Pemerintah terkait nasib 52 pemain asuhannya.

“Pada kesempatan ini juga izinkan saya untuk meminta solusi yang selama ini sering saya dengar dari Menpora dan pemerintah yang akan mencari solusi. Solusi apa yang akan mereka (Menpora dan Pemerintah) tawarkan kepada para 52 pemain yang sudah berjuang sejak awal, mengorbankan waktunya, berpisah dengan orang tua mereka, tenaga, pendidikan dan sekolah mereka,” cerita Fakhri menahan kecewa dan sedihnya. Kembali, mata yang tampak berair dibanjiri tangis tertahan.

“Hancur sudah harapan dan kesempatan mereka untuk menunjukkan hasil latihan mereka selama ini. Mimpi mereka untuk bisa tampil di ajang Internasional sepertinya dirampas begitu saja oleh Menpora dan pemerintah.  Namun begitu, saya hanya bisa sarankan kepada para pemain untuk tetap berlatih dan mencintai sepak bola.”