Kembali ke Berita Lainnya
FIFA Talent Development Scheme: PSSI-FIFA Perkuat Pembinaan Lewat Workshop dan Player Camp Terpadu di Bogor
Lainnya
Bagikan:

FIFA Talent Development Scheme: PSSI-FIFA Perkuat Pembinaan Lewat Workshop dan Player Camp Terpadu di Bogor

PSSI bersama FIFA kembali menggelar FIFA Talent Development Scheme (TDS) di Bogor pada 7-12 Juli 2025. Program ini menjadi kelanjutan dari rangkaian TDS yang sebelumnya dilaksanakan di Yogyakarta, dan menggabungkan dua kegiatan utama secara paralel yakni pelatihan pelatih (Talent Identification Workshop) dan kamp pengembangan pemain muda (Talent Development Player Camp). Tujuannya adalah membangun ekosistem pembinaan yang lebih solid dan menyeluruh bagi sepak bola usia muda di Indonesia.

Program ini merupakan bagian dari batch ketiga pelaksanaan TDS tahun 2025, yang sebelumnya telah berlangsung di Yogyakarta pada 2-5 Juli 2025. Dengan menggabungkan pelatihan pelatih dan kamp pengembangan pemain, TDS bertujuan terus memperkuat jalur pembinaan pemain usia muda secara menyeluruh, dari level klub hingga tim nasional.

“Ini adalah gelombang yang kedua setelah gelombang pertama kita laksanakan di Yogyakarta. Di sini diikuti oleh 20 pelatih dan sejumlah pemain dari Elite Pro Academy (EPA) dan Piala Soeratin. Mudah-mudahan acara ini akan bermanfaat agar para pelatih bisa men-scouting pemain dari seluruh Indonesia untuk kemudian kita develop talentanya dengan baik ke depannya,” ujar Indra Sjafri, Plt Direktur Teknis PSSI.

Theodore Giannikos, selaku Director Strategic Projects Partnership & Media of FIFA, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan program tersebut. Ia mengatakan bahwa acara ini sangat menarik dan memberikan kesan positif karena menampilkan pemain-pemain muda yang berbakat serta pelatih-pelatih yang kompeten.

“Ini adalah kegiatan yang sangat menarik dan saya sangat senang melihat para pemain muda yang sangat menjanjikan dan berbakat, serta pelatih-pelatih yang sangat kompeten. Saya berharap dapat membantu meningkatkan performa sepak bola di Indonesia,” ungkapnya.

Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, menekankan pentingnya penguatan kapasitas pelatih dalam menjaring talenta muda nasional. “Hari ini kita benar-benar fokus karena PSSI dalam dua tahun terakhir menekankan pada peningkatan jumlah dan kualitas pelatih. Tapi prajurit paling utama adalah para pelatih, merekalah yang bisa membantu PSSI benar-benar mengidentifikasi talenta yang mana dan mengapa anak itu harus kita kembangkan,” katanya dalam sambutan.

Sementara itu, Ahmad Bustomi, eks pemain Timnas Indonesia yang kini menjadi peserta workshop untuk pelatih, mengungkapkan, “Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk tim nasional yang lebih kuat dan menciptakan kompetisi yang lebih kompetitif di Asia, sekaligus mengidentifikasi bakat-bakat luar biasa yang tersebar di seluruh tanah air,” ujarnya.

Program FIFA TDS tahun ini tak hanya digelar di Yogyakarta dan Bogor, tetapi juga akan terus diperluas ke berbagai kota lainnya guna menjangkau lebih banyak pelatih dan pemain muda. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PSSI bersama FIFA untuk memastikan setiap pemain bertalenta mendapatkan akses pada jalur pembinaan yang inklusif, terstruktur, dan selaras secara nasional.

FIFA Talent Development Scheme: PSSI-FIFA Perkuat Pembinaan Lewat Workshop dan Player Camp Terpadu di Bogor | PSSI