Back to Others News
PSSI Gelar Coach Educator Refreshment 2025, Bahas Kurikulum Kepelatihan Terbaru
Others
Share:

PSSI Gelar Coach Educator Refreshment 2025, Bahas Kurikulum Kepelatihan Terbaru

Sesuai dengan arah pengembangan kepelatihan nasional dari Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, Coach Educator Refreshment 2025 resmi digelar PSSI berkat dukungan Kemenpora pada 25-30 Mei 2025 di Jakarta.

Kegiatan ini menjadi ajang penyegaran dan pembaruan bagi para instruktur pelatih dari seluruh Indonesia yang kini bertransformasi menjadi coach educator, sejalan dengan kebijakan pengembangan kepelatihan nasional di bawah naungan Direktorat Teknik PSSI.

Sebanyak 32 peserta dari berbagai provinsi hadir dalam acara ini, termasuk pelatih berpengalaman seperti Bambang Nurdiansyah, Marwal Iskandar, Joko Susilo, Fakhri Husaini, dan John Arwandi. Mereka hadir dengan penuh antusias, berdiskusi, dan saling berbagi pandangan serta pengalaman untuk menyamakan visi dalam membentuk pelatih-pelatih sepak bola yang berkualitas di masa depan.

Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting PSSI dalam melakukan terobosan di area kepelatihan. “Hari ini PSSI kembali mengadakan terobosan di area kepelatihan, di bawah Direktorat Teknik PSSI sesuai dengan arahan Ketua Umum PSSI, Pak Erick Thohir. Tema acaranya adalah Coach Educator Refreshment, artinya instruktur yang dulunya instruktur hari ini berubah menjadi coach educator. Di dalam refreshment ini kami berkumpul untuk mendiskusikan metode kepelatihan terbaru, terutama kurikulum Lisensi D PSSI terbaru. Di akhir Juni, kita akan merumuskan dan meluncurkan kurikulum terbaru dengan perbaikan dan memperbanyak jumlah coach educator di Tanah Air,” ujarnya, Minggu 25 Mei 2025.

Ratu Tisha juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenpora atas dukungan dan komitmen yang kuat dalam memajukan sepak bola nasional. “Kami berterima kasih kepada Kemenpora atas dukungannya, karena tanpa Kemenpora kegiatan seperti workshop dan pembahasan teknis seperti ini belum tentu terjadi,” tambahnya.

Perwakilan Departemen Teknik PSSI, Indra Sjafri, menambahkan bahwa kurikulum Lisensi D memang perlu diperbarui sebagai respons terhadap perkembangan sepak bola modern. “Kita melihat dinamika perkembangan permainan sepak bola di dunia, dan perkembangan itu harus direspons dengan baik, terutama bagi silabus kepelatihan Lisensi D. Kita lakukan perubahan dan hari ini kita minta pendapat dari para coach,” ujar Indra.

Sebagai informasi, kegiatan ini difasilitasi oleh empat coach educator developer, Jasni Hatta selaku AFC Instructor serta PSSI Coach Educator Developer seperti Kartono Pramdhan, Yeyen Tumena, dan Mundari Karya.

Salah satu fasilitator, Jasni Hatta, mengungkapkan kesannya selama kegiatan berlangsung. “Kegiatan yang sangat bagus, kita bertukar pikiran dan untuk perkembangan kurikulum. Dan saya melihat banyak hal positif yang didapatkan dari diskusi dan kegiatan ini. Dan insyaAllah dari coach educator yang bagus akan lahir pelatih yang bagus, dari pelatih yang bagus akan lahir pula para pemain muda yang bagus,” kata Jasni.

Berikut adalah daftar peserta Coach Educator Refreshment Course 2025:

Emral Abus - Sumatera Barat
Bambang Nurdiansyah - Banten
Deny Syamsudin - Jawa Barat
Hanafing - Jawa Timur
Jessie Mustamu - Jawa Tengah
Liestiadi - Sumatera Utara
Wolfgang Pikal - Papua Tengah
Zaenal Abidin - DKI Jakarta
Marwal Iskandar - Sulawesi Selatan
John Arwandi - Sumatera Barat
Lukas Torona Tumbuan - Jawa Barat
Iwan Setiawan - Banten
Philep Hansen Maramis - Riau
Joko Susilo - Jawa Timur
Heriansyah - DKI Jakarta
Firmansyah - Jawa Barat
Selfianus Jacob Djude Riwoe - Banten
Syamsul Bachri - DKI Jakarta
Ricky Nelson Gideonndun - Banten
Nurcholis Majid - Banten
Rudy Eka Priyambada - Jawa Barat
Yusuf Bachtiar - Jawa Barat
Regi Aditya - Jawa Barat
Dzulfikri B El Hassan - Jawa Barat
Khusnul Yaqien - Jawa Tengah
Didik Lestiyantoro - Jawa Tengah
Bambang Danur Dara Ama - Jawa Timur
Fakhri Husaini - Jawa Timur
Nilmaizar - Sumatera Barat
Dian Rama Saputra - Sumatera Barat
Ixsan Fajar Pranoto - Yogyakarta
Mahruzar Nasution - DKI Jakarta