Back to Others News
FGD Talent Identification PSSI 2025 Digelar, Bahas Format Standar Nasional
Others
Share:

FGD Talent Identification PSSI 2025 Digelar, Bahas Format Standar Nasional

Simon Tahamata memulai perannya sebagai pemandu bakat PSSI dengan menghadiri Forum Group Discussion (FGD) bertema Standardisasi Format Talent Identification PSSI Tahun 2025 yang digelar pada 31 Mei hingga 2 Juni 2025 di Jakarta.

Dalam agenda ini, Simon hadir sebagai observer bersama Indra Sjafri dari Divisi Teknik PSSI,

Forum ini menjadi langkah awal Simon dalam berkontribusi langsung terhadap program pengembangan sepak bola nasional. Ia menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membantu pemain muda berkembang agar bisa tampil di level tertinggi.

“Apa yang saya harapkan dari proyek ini adalah bagaimana kita bisa menaikkan level sepak bola nasional ke tingkat yang lebih tinggi. Ini bukan soal politik, tapi tentang bagaimana kita bisa membantu talenta-talenta ini menjadi pemain yang lebih baik, agar bisa memperkuat tim nasional,” kata Simon, Senin 2 Juni 2025.

Sebagai informasi, FGD ini merupakan bagian dari kelanjutan program Talent Development Scheme yang telah dijalankan PSSI bersama FIFA sejak tahun 2020.

Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha, menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian penting dari tahapan baru yang lebih menekankan pada penyusunan metode identifikasi dan pengembangan bakat yang lebih modern dan terstruktur.

“PSSI melalui direktur dan departemen teknikal bersama FIFA telah menjalankan Talent Development Scheme sejak tahun 2020. Pada periode 2020 hingga 2022, fokusnya adalah perbaikan manajemen dan sumber daya manusia. Hari ini, kita mengadakan workshop untuk brainstorming cara-cara dan metode kepelatihan terbaru agar bisa mengidentifikasi bakat dengan lebih tepat. Dan apabila kita sudah mengidentifikasi bakat tersebut, bagaimana kemudian mengembangkannya secara maksimal,” ujar Tisha.

Perwakilan Divisi Teknik PSSI, Indra Sjafri, menambahkan bahwa forum ini berhasil merumuskan sejumlah poin penting sebagai dasar pembentukan sistem talent identification dan development yang lebih kuat serta konsisten ke depan.

“Alhamdulillah kita sudah menyelesaikan satu tahapan penting, yaitu FGD tentang sistem talent identification. Hari ini kita menghasilkan beberapa poin penting untuk nantinya membentuk sistem talent identification dan talent development yang bagus,” kata Indra.

Acara ini dimoderatori oleh Kartono Pramdhan dan Aldi Iqbal Tawakal, dan diikuti oleh para coach educator serta direktur teknik dari berbagai Asprov dan klub.

Peserta FGD Standardisasi Format Talent Identification PSSI 2025:

  • Mundari Karya - Senior Coach Educator
  • Yeyen Tumena - Senior Coach Educator & Direktur Teknik Maluku
  • Lukas Tumbuan - Coach Educator & Direktur Teknik Asprov Jawa Barat
  • Joko Susilo - Coach Educator & Direktur Teknik Asprov Jawa Timur
  • Mahruzar N - Coach Educator & Direktur Teknik Asprov DKI Jakarta
  • Khusnul Yaqien - Coach Educator & Direktur Teknik Asprov Jawa Tengah
  • Jhon Arwandi - Coach Educator & Direktur Teknik Asprov Sumatera Barat
  • Philip Hansen M - Coach Educator & Direktur Teknik Asprov Riau
  • Ricky Nelson - Coach Educator & Direktur Teknik Persija
  • Emral Abus - Senior Coach Educator & Direktur Teknik PSB Biak