Kembali ke Berita Lainnya
Pengelola Stadion Utama Gelora Bung Karno Lakukan Upaya Terbaik dalam Proses Pekerjaan Revitalisasi Lapangan
Lainnya
Bagikan:

Pengelola Stadion Utama Gelora Bung Karno Lakukan Upaya Terbaik dalam Proses Pekerjaan Revitalisasi Lapangan

Pusat Pengelolaan Komplek Gelanggang Olahraga Bung Karno (PPKGBK) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) pengelola kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, tengah berupaya secara maksimal untuk meningkatkan kualitas layanan publik berstandar internasional. Salah satunya dengan melaksanakan rangkaian pekerjaan perawatan rumput lapangan/field of play (FOP) Stadion Utama GBK (SUGBK) secara intensif demi mencapai kondisi optimal.

Kepala Divisi (Kadiv) Humas, Hukum dan Administrasi PPKGBK, Bapak Asep Triyadi menyatakan hingga saat ini, perkembangan pekerjaan pemeliharaan lapangan SUGBK masih dalam tahap pematangan rumput setelah proses menggelar rumput jenis Zoysia Matrella yang dimulai pada Juli 2024. “Memang benar bahwa rumput di Stadion Utama GBK masih dalam tahap pematangan setelah pemasangan. Sebagai pengelola GBK, kami telah melakukan upaya maksimal untuk memastikan rumput tumbuh kuat dan dalam kondisi terbaik.” tutur Asep, pada Senin (12/08/2024).

Upaya penguatan intensitas pekerjaan revitalisasi lapangan/FOP di SUGBK pada tahap perawatan yang berfokus pada area rumput dan permukaan media tanam dilakukan oleh pengelola SUGBK sebagai pendekatan yang diambil untuk mewujudkan kondisi lapangan yang prima. “Ini (rumput) tidak ditanam, hanya dipindahkan dari area nursery yang sudah lebih dari 1 tahun ke area Stadion Utama GBK” ujar Triyono – Tim Teknis GBK. Saat ini, pengelola SUGBK tengah mengupayakan tiga tahap perawatan yakni pemberian asupan terbaik bagi rumput melalui pemupukan intensif, teknik rolling yang optimal, dan perawatan teknis lainnya setiap hari.

“Kami sangat percaya diri bahwa dengan perawatan intensif ini, rumput akan lebih siap digunakan sesuai dengan standar internasional. Namun, pada akhirnya kami selaku pengelola akan mengikuti keputusan final terkait kelayakan rumput yang akan ditentukan oleh FIFA Match Competition melalui final checking.” tutur Kadiv Humas, Hukum, dan Admnistrasi PPKGBK, Asep Triyadi.

Bersamaan dengan hal tersebut pada setiap perkembangan dan hasil pekerjaan revitalisasi lapangan SUGBK yang dilakukan, Pengelola GBK juga turut melibatkan koordinasi dan sinergi antar lima unsur yakni instansi pemerintah (Kementerian Sekretaris Negara RI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI), para konsultan/ahli yang telah berpengalaman dalam menangani pengelolaan stadion multifungsi berstandar internasional, pengurus cabang olahraga sepak bola Indonesia (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia/Football Association of Indonesia/PSSI), media massa hingga masyarakat.

Dengan mengoptimalkan setiap unsur tersebut sesuai dengan kompetisinya masing-masing, maka diharapkan pekerjaan merevitalisasi lapangan sepak bola sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan di unit Stadion Utama GBK dapat dipahami secara utuh oleh setiap individu. “Sinergitas antara kelima unsur tersebut, dilakukan agar para pihak/stakeholders terkait dapat memperoleh informasi yang utuh melalui kanal komunikasi yang sesuai dari mulai tahapan proses perencanaan hingga pemilihan penanganan lapangan/FOP yang tepat.” tutup Asep.

Seperti yang diketahui, PPKGBK sebagai Badan Layanan Umum (BLU) pengelola kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, tengah melakukan rangkaian kegiatan merevitalisasi lapangan/field of play (FOP) di Stadion Utama GBK yang dimulai sejak bulan Juni hingga Oktober 2024 dalam rangka peningkatan kualitas layanan publik. BLU PPKGBK merupakan instansi pemerintah di bawah Kementerian Sekretariat Negara yang diberi tugas untuk mengelola kawasan GBK. Pekerjaan revitalisasi FOP Stadion Utama GBK di tahun 2024 ini dilakukan untuk meningkatan kualitas layanan serta mendukung prestasi olahraga nasional pada ajang sepakbola internasional kualifikasi Piala Dunia Tahun 2026 Zona Asia babak ketiga. Adapun kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan setelah kegiatan Kunjungan Paus Paulus pada September mendatang, dapat dipastikan bahwa pada kunjungan tersebut tidak dilakukan penutupan rumput pada area FOP (Field of Play) Stadion Utama GBK.

Pengelola GBK bersama para ahli/konsultan telah mengkaji secara matang perencanaaan, pelaksanaan pekerjaan hingga strategi komunikasi publik untuk program revitalisasi lapangan SUGBK tersebut. Pekerjaan revitalisasi lapangan sepak bola merupakan bagian dari rencana induk tahun 2024/2025 untuk menuju GBK yang berstandar internasional. Selain SUGBK, venue lainnya yang tengah dilakukan proses perawatan rumput yaitu Lapangan Sepak Bola A/B/C, Stadion Madya, Baseball, dan Softball. Untuk pemeliharaan rutin rumput lapangan di kawasan GBK tersebut membutuhkan anggaran tahunan sekitar Rp5 milyar sampai dengan Rp9 milyar tergantung pada kondisi aktual rumput pada saat akan digunakan.

Pengelola Stadion Utama Gelora Bung Karno Lakukan Upaya Terbaik dalam Proses Pekerjaan Revitalisasi Lapangan | PSSI