
Kampanye Datang Bersih Pulang Bersih di Piala Presiden 2025 Bikin Nyaman Penonton
Gelaran Piala Presiden 2025 tak hanya menjadi ajang adu taktik dan gengsi antara kontestan, tetapi juga momentum untuk mengedukasi publik soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Langkah ini dilakukan agar tidak ada sampah lagi yang berserakan di stadion.
Sebagai bagian dari kampanye 'Datang Bersih Pulang Bersih', Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2025, menyiagakan ratusan petugas kebersihan yang disebar di seluruh area Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Para petugas ini akan beroperasi secara bergantian sebelum, selama, dan sesudah pertandingan pembuka Grup A yang mempertemukan Oxford United versus Liga Indonesia All Star, Minggu (6/7), guna memastikan stadion tetap bersih dan nyaman bagi penonton.
Kampanye ini tidak cuma di SUGBK saja. Melainkan juga dilakukan di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, yang menggelar pertandingan perdana Grup B Piala Presiden 2025, Persib Bandung versus Port FC.
Setiap sudut stadion akan diawasi secara berkala oleh petugas. Upaya ini untuk memastikan tidak ada sampah yang tercecer, baik di tribune, koridor, toilet hingga area luar stadion.
Selain mengerahkan tenaga manusia, OC juga menyediakan fasilitas pendukung berupa kantong-kantong sampah berukuran besar yang ditempatkan di berbagai titik strategis. Fasilitas ini diharapkan memudahkan penonton untuk membuang sampah pada tempatnya.
Tak hanya itu, kampanye ini juga menyasar kesadaran kolektif para suporter. Melalui pengumuman di pengeras suara, poster digital, hingga media sosial resmi Piala Presiden 2025, OC terus mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari etika menonton pertandingan.
Langkah proaktif ini mendapat apresiasi tinggi dari penonton yang datang. Mereka sangat senang dan berharap program serupa bisa menjadi standar dalam setiap penyelenggaraan pertandingan sepak bola di Indonesia.
Dengan mengedepankan semangat kolektif dan edukasi, kampanye 'Datang Bersih Pulang Bersih' di Piala Presiden 2025 diharapkan mampu meninggalkan warisan positif bagi pengelolaan acara olahraga nasional ke depan. Karena, dalam sepak bola, kemenangan tak hanya soal skor, tetapi juga bagaimana semua pihak bisa menjaga ruang bersama dengan penuh tanggung jawab.





