
Indonesia Tertahan Di laga Perdana
Indonesia gagal memetik poin penuh dan hanya bermain imbang 2-2, saat menghadapi Laos pada laga perdana Grup B Asean University Games, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), Senin (8/12) malam.
Indonesia yang diwakili Universitas Kristen Indonesia (UKI ), awalnya mampu tampil memukau penonton, lewat gol pertama hasil tendangan cannon ball keras yang di lesakkan Iksan Pratama pada menit ke-12. Namun Laos bukan tanpa serangan, mereka juga bisa membalas gol penyeimbang pada menit 37, dari kaki Saoksavanh Somsanith.
Memasuki babak kedua, permainan Indonesia seperti mengendur dan kondisi ini dimanfaatkan Laos. Lewat counter attack di menit ke-66, Tokty Khounthoumphone langsung menghujamkan tendangan keras ke jala gawang Merah Putih yang tak terjangkau M Nazil.
Beruntung motivasi tuan rumah atas dukungan suporter, membuat mahasiswa Indonesia ini terhindar dari kekalahan, setelah bisa menyamakan kedudukan di masa injury time, melalui sepakan keras Novrianto dari luar kotak pinalti.
“Memang motivasi pemain sedikit kendor. Semoga hasil imbang bisa menjadi motivasi ke pertandingan selanjutnya,” kata Pelatih Indonesia, Rasyito Hamsyah, usai pertandingan.
Rasyito mengatakan, untuk memenangkan pertandingan kontra Kamboja, Rabu (10/11) nanti, anak asuhnya harus mengambil banyak pelajaran dari pertandingan perdana tersebut. Bagi mereka, Laos merupakan tim kuat. Jadi untuk pertandingan berikutnya, semua pemain wajib bermain ngotot untuk mendapatkan tiga angka.
“Selain motivasi, kami juga akan memperbaiki lini belakang saat menghadapi Kamboja nanti. Semoga para pemain termotivasi di pertandingan perdana ini, walaupun hasilnya imbang,” tandasnya.
Sementara, Pelatih Laos Dr Verasavanh, mengatakan, sebenarnya Indonesia dapat mereka taklukkan. Namun faktor keberuntungan tuan rumah, membuat anak asuhnya gagal mendapatkan poin sempurna di grup B ini.
“Pada babak kedua kami bermain bagus. Seharusnya kami bisa menang. Beruntung Indonesia bisa menahan imbang,” pungkasnya.





