
Indonesia Tantang Thailand
Tim sepakbola Indonesia berhasil menembus partai final ASEAN University Games (AUG) 2014, setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 4-2 pada laga semifinal, di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, tadi malam.
Empat gol yang dilesakkan Novrianto menit 28, Dede Sulaiman menit 31 dan 69, serta Firman Septian dimenit 80, hanya bisa dibalas Malaysia lewat Raslan Khan Abd Rashid menit60 dan Muhammad Khairul dimasa injury time (90+2).
Pada partai puncak, Indonesia bakal menantang Thailand yang dipertandingan sebelumnya mengalahkan Laos. Dominasi Thailand sebagai tim juara tidak menyurutkan anak asuh Rasyito Amsyah, setelah mampu bermain lugas dan menunjukkan perfoma terbaik. Apalagi, Merah Putih hanya mengandalkan sembilan pemain untuk menyingkirkan negeri Jiran dari final.
Usai pertandingan, Rasyito Amsyah mengapresiasi semua pemain yang telah mengikuti semua instruksinya. Walau kehilangan M Fahri dan Sufra Lestusen akibat kartu merah, tapi permainan Indonesia tetap stabil. “Kita tanpa pemain kunci Muhammad yang kena akumulasi kartu dan dua pemain diganjar kartu merah. Namun kami tetap bisa cetak gol dan menang menghadapi tim hebat seperti Malaysia,” katanya.
Rasyito menegaskan, target merebut medali emas AUG dari tangan Thailand menjadi kunci jawaban pertandingan berikutnya. Modal untuk menghadapi Thailand, Rasyito menuturkan, hanya ingin memberi keyakinan. “Tidak ada modal lain yang saya berikan pada pemain, selain kata semangat dan motivasi bertarung. Saya yakin kita bisa menggeser Thailand dan merebut emas, karena Palembang rumah kita,” tegasnya.
Sementara, Pelatih Malaysia, Moch Azuan Zain, menyatakan, kekalahan mereka disebabkan gol cepat Indonesia yang membuat mental pemainnya kendor. Namun, secara taktik dan skill, anak asuhnya tidak kalah jauh dengan pemain Indonesia. “Gara-gara gol di babak pertama pemain jadi shok dan kurang berpikir cepat mengarahkan bola. Itu penyebab kami kalah dan beberapa peluang juga banyak tidak bisa di maksimalkan saja,” tutupnya.





