
PSSI Hanya Jalankan Statuta FIFA & Hasil Keputusan Sela PTUN
Presiden PSSI, La Nyalla Mattalitti mengatakan PSSI intinya tak ingin melawan pemerintah dalam hal ini Kemenpora maupun Presiden RI. Ia membeberkan apa yang dilakukan PSSI hanya menjalankan statuta FIFA di mana pengelolaan sepakbola di suatu negara tak boleh ada campur tangan pemerintah.
Hal ini mengetahui Putusan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Senin (25/5) Jakarta Timur yang mengabulkan gugatan PSSI, terhadap SK Menpora tentang pembekuan PSSI dinyatakan tidak berlaku.
“PSSI tak akan masuk dalam domain untuk mengomentari statemen dari Presiden maupun Wapres, dan juga tak mau berhadap-hadapan dengan hukum, namun dalam konteks ini hanya ingin menjalankan keputusan sela dari PTUN,” kata La Nyalla.
"PSSI akan terus menjalankan agenda yang selama ini tertunda akibat situasi yang dialami dari intervensi Kemenpora. Dan juga menganggap bahwa surat pembekuan yang dilakukan Menpora tak ada berdasarkan dengan putusan PTUN, dan menjaga wibawa serta menghormati pemerintah dalam hal ini Menpora dengan Tim Transisinya," tambah La Nyalla.
Seperti diketahui, dalam pertemuan antara Menpora, Wakil Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan, Dewan Kehormatan PSSI, Agum Gumelar, Ketua KOI Rita Subowo, dan Wapres Jusuf Kalla meminta dengan hormat kepada Imam Nahrawi untuk mencabut sanksi administrasi yang tidak mengakui kegiatan PSSI. Surat Keputusan itu bernomor 01307 Tahun 2015.
Sementara itu, gagalnya laga AFC Cup antara Persipura Jayapura melawan Pahang FA yang harusnya digelar di Stadion Mandala, Jayapura, Selasa (26/5) ini, juga mendapat perhatian dari Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Laga ini batal digelar sesuai jadwal karena tiga pemain asing Pahang tidak mendapakan visa masuk Indonesia.
"Saya diminta Wapres untuk komunikasi dengan AFC langsung, agar persoalan ini diselesaikan secepatnya. Mudah-mudahan Komite Kompetisi AFC memahami dan bisa menjadwalkan ulang hal ini," kata Hinca Pandjaitan.
AFC saat ini masih melakukan investigasi dan penyelidikan terkait kasus tersebut, dan telah memutuskan laga tersebut tak bisa digelar sesuai jadwal. Nantinya Komite Kompetisi AFC akan memberikan keputusan akhir soal laga ini.





