Back to Others News
Pengamat : Tim Transisi Jangan Bikin Gaduh Piala Presiden
Others
Share:

Pengamat : Tim Transisi Jangan Bikin Gaduh Piala Presiden

Fitnah yang dikeluarkan oleh Tim Transisi Kemenpora terhadap panitia Piala Presiden dan PSSI memantik komentar wartawan senior Mahfudin Nigara. Pria yang juga pengamat sepak bola nasional menilai bahwa apa yang diungkapkan Tim Transisi oleh juru bicaranya, Zuhairi Misrawi sangat tidak beralasan dan bisa menimbulkan polemik.

"Tim Transisi kalau mau ngaku kalah, ngaku kalah saja kualitas kompetisinya. Tim Transisi ini ketakutan dengan kualitas yang akan diperlihatkan oleh Mahaka terkait dengan Piala Presiden. Karena bukan rahasia lagi, semua orang juga tahu kompetisi buatan mereka Piala Kemerdekaan berantakan seperti Piala perebutan Kambing,” ujar Nigara ketika dihubungi wartawan, kemarin.

Sekadar informasi, tim Transisi mengeluarkan release yang malah berbuat fitnah dan tidak beralasan. Kata release yang disebar ke wartawan, menegaskan bahwa ada undangan palsu yang dikirim PSSI di Piala Presiden yang melarang pengurus PSSI untuk masuk ke dalam stadion dan menyaksikan Piala Presiden yang dikelola oleh pihak swasta, Mahaka.Padahal, pengurus PSSI mendapatkan undangan resmi dari pihak penyelenggara dalam hal ini Mahaka.

Bukan itu, saja, PSSI juga yang menyediakan semua perangkat wasit yang akan memimpin pertandingan turnamen tersebut.” Apa hak mereka melarang organisasi PSSI. PSSI yang sudah lama dan besar dan punya wibawa di dunia sepak bola, sedangkan Tim Transisi, tim yang dibentuk hanya menggelar piala kemerdekaan abal-abal. Tolong lah, malah jangan bikin gaduh piala Presiden. Sepak Bola ini sudah harus hidup, sedangkan Piala Kemerdekaan it bukan sepak bola,” ujar pria yang sudah beberapa kali liputan Piala Dunia itu.

Terkait dengan pernyataan release tim Transisi yang akan mensterilkan Stadion Dipta Gianyar tempat pembukaan Piala Kemerdekaan, yang akan digalang oleh suporter Persebaya 1927, Nigara menilai hal ini merupakan hal yang sudah sangat keterlaluan dan sangat tidak nasionalis.

"Tim Transisi tidak pancasilais, coba mengadu-adu masyarakat Indonesia. Saya himbau kepada siapapun petinggi suporter yang disetting oleh Tim Transisi untuk tidak mengikuti perintah yang malah bisa menghancurkan kesatuan dan persatuan Indonesia, ayolah sukseskan kompetisi yang berkualitas ini dan yang sangat fair ini untuk sepak bola kita,” ujarnya.

Pengamat : Tim Transisi Jangan Bikin Gaduh Piala Presiden | PSSI