
Keputusan PSSI Hentikan Kompetisi Demi Selamatkan Klub
Keputusan PSSI menghentikan kompetisi Oatar National Bank (QNB) League 2015 (dulu ISL) terkait situasi force majeure dipersepakbolaan Indonesia dinilai sebagai keputusan yang tepat oleh Komisi X DPR RI. Karena langkah yang diambil PSSI menurut Wakil Ketua Komisi X, Ridwan Hisjam, semata-mata untuk menyelamatkan anggotanya yaitu klub-klub peserta kompetisi itu sendiri.
PSSI memang mau tidak mau harus mengambil keputusan menghentikan kompetisi, setelah berbagai intervensi yang dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. Setelah melakukan pembekuan PSSI per 17 April, Menpora juga menyurati Kapolri untuk tidak memberikan izin kelanjutan kompetisi yang sebetulnya sudah berjalan selama dua minggu.
“Saya lihat PSSI mengambil langkah force majeure adalah demi kepentingan klub-klub yang bertanding. PSSI tidak bisa disalahkan. Ini klub-klub kan perusahaan yang main di liga profesional. Bagaimana mungkin klub mau membayar terus pemain sementara kompetisinya tidak ada,” ungkap Ridwan, Minggu (3/5).
Langkah sulit yang diambil PSSI untuk menghentikan kompetisi karena status force maejure yang terjadi, juga dipahami Ridwan. Politisi yang juga Aremania, sapaan suporter fanatik Arema Cronus, itu malah berpendapat langkah PSSI juga atas inisiatif dari klub-klub anggota PSSI yang dirampas eksistensinya dipersepakbolaan Tanah Air oleh Menpora.
“Saya memahami kenapa kompetisi harus diberhentikan karena demi kepentingan anggotanya. Klub ini kan anggota PSSI, saya yakin ini aspirasi anggota (klub-klub anggota PSSI). Kalo tidak dapat izin dari Menpora atau kepolisian, ini bisa mati semua klub-klub itu,” papar pria kelahiran Surabaya tersebut.
Oleh karena itu, jelas secara otomatis harus di force majeure oleh PSSI. Untuk itu, ayolah keduanya harus duduk bersama. Tapi semuanya harus sesuai aturan. Baik itu undang-undang SKN (Sistem Keolahragaan Nasional), peraturan pemerintah, dan baik itu juga statuta FIFA. Itulah yang Menteri harus tahu,” sambung Ridwan.
Ridwan pun mengaku sangat prihatin dengan kondisi sepak bola Indonesia akhir-akhir ini. Menurutnya penghentikan kompetisi sepak bola di Tanah Air, akan memberikan banyak efek bagi seluruh rakyat Indonesia yang menggantungkan diri dari euforia sepak bola yang begitu besar.
Tidak hanya itu, Ridwan menegaskan jika Menpora tidak segera menghentikan intervensinya terkait pembekuan PSSI, nasib sepak bola Indonesia pun ada diujung sanksi FIFA. Dirinya pun berharap Menpora bisa segera menyadari, jika hal itu terus dilakukan efek yang lebih besar akan dialami persepakbolaan Indonesia. Tidak hanya dilingkup nasional, tapi juga internasional.
“Selain itu, FIFA bisa melakukan suspend kepada sepak bola Indonesia. Jadi ini yang harus disadari betul-betul oleh Menpora. Menpora harus sadari ini, bahwa ini berbahaya jika tidak segera diselesaikan,” tutup Ridwan.





