
Hasil Pertemuan FIFA dengan PSSI Terkait NDRC
FIFA, Fifpro, ECA dan PSSI melakukan pertemuan untuk membahas National Dispute Resolution Chamber (NDRC) dari tanggal 8 hinggal 10 Februari 2017 di Hotel Sultan, Jakarta.
Delegasi FIFA yang hadir yakni Alexander Davani, Ludovic Delechat, James Johnson, Kaita Sugihara, sedangkan dari AFC, James Kitching. Dari FIFPro adalah Takuya Yamazaki, Jonas Baer Hoffman. Untuk perwakilan ECA David Frommer. Perwakilan klub seperti Semen Padang, Pusamania Borneo FC, Bali United dan APPI juga hadir di pertemuan tersebut.
Seperti diketahui NDRC (National Dispute Resolution Chamber) adalah pengadilan arbitrase independen yang dibentuk oleh Member Association untuk menanggulangi sengketa yang terjadi antara klub dan pemain.
Dari 46 negara anggota AFC, hanya dua negara yang dijadikan proyek percontohan untuk menerapkan NDRC yakni Kosta Rika dan Indonesia.
Setelah pertemuan dalam dua hari ini, perwakilan APPI dan Klub memberikan respon positif terkait ide penerapan NDRC di Indonesia
"Ada 3 hal yang nantinya menjadi basis sengketa untuk diselesaikan NDRC Indonesia. Ketiga hal itu adalah kontrak pemain, kompensasi kepelatihan, dan solidaritas klub," ujar Joko Driyono, Wakil Ketua Umum PSSI saat jumpa wartawan di Hotel Sultan, Jumat (10/2).
FIFA juga memberi bantuan kepada PSSI untuk pembentukan NDRC ini senilai 40 ribu dolar AS. "Bantuan itu nantinya untuk menggelar seminar, mengundang ahli, menyusun draf atau regulasi NDRC, dan lain-lain," kata Joko Driyono.
"Komposisi NDRC Indonesia isinya terdiri dari banyak unsur. Mulai asosiasi pemain, asosiasi klub, hingga PSSI. Dari pemain ada 3-5 orang, klub juga 3-5 orang, dan PSSI ada 5 calon tetapi dipilih 2 untuk posisi ketua dan wakil ketua," tambahnya.





