
Asprov DKI Dukung Bangkitnya Sepak Bola Jakarta Utara
Persitara, salah satu klub yang saat ini mulai dilupakan oleh sebagian orang karena prestasinya yang menurun dan juga sangat sekali membutuhkan dana untuk bisa tampil kembali dalam kompetisi Liga Nusantara, Selasa (24/02) mengadakan acara satu dekade North Jakarta Mania dengan mengambil tema ‘Selamatkan Sepak Bola Jakarta Utara’ bertempat di Gelanggang Remaja Jakarta Utara.
Dalam acara ini, pihak North Jakarta Mania (NJ Mania) mengundang Asprov PSSI DKI Jakarta yang diwakili oleh salah satu anggota Exco Asprov DKI, Rizal Hafid. Selain Daeng, dalam acara ini hadir pula salah satu anggota Exco PSSI, Hardi Hasan, Wakil DPRD Provinsi DKI Jakarta M. Taufik, Walikota Jakarta Utara, Lutfi, Ketua KONI Jakarta Utara, Jamron, Ketum PSSI Pengcab Jakarta Utara, S Andhika. “Saya mewakili bapak Gusti Randa yang berhalangan hadir karena beliau sedang ada acara di Surabaya. Terima kasih atas undangan NJ Mania, berarti saya masih diingat,” kelakar Rizal Hafid usai acara tersebut.
Seperti diketahui sebelumnya, Rizal dulu merupakan orang nomor satu Persitara, karena pernah bertindak sebagai ketua umum klub berjuluk Laskar Si Pitung ini. Rizal yang biasa dipanggil dengan sebutan Daeng itu mengatakan akan mendukung niatan dan rencana bapak M. Taufik yang saat ini menjabat sebagai wakil DPRD provinsi DKI Jakarta.
Dalam forum, wakil DPRD itu mengatakan akan mengangkat kembali pamor klub. Menurut daeng, sosok Taufik diharapkan bisa membawa Persitara bangkit.
“Apa yang tadi bapak M. Taufik (wakil DPRD provinsi DKI Jakarta) katakan di forum, saya mengapresiasi niatan beliau. Dia berkata akan mengusahakan untuk mengangkat kembali pamor Persitara dengan membantu klub untuk tetap berkompetisi di Divisi Utama. Klub ini punya nilai historis yang bagus, pernah mengalahkan Persija dan juga satu-satunya pesaing di daerah DKI Jakarta. Sebagai pengurus Asprov DKI Jakarta, tentu saya mendukung serta siap membantu beliau,” jelasnya.
Sedangkan Hardi Hasan, memaparkan persyaratan suatu klub dalam mengikuti suatu kompetisi sepak bola dan memberikan pilihan yang mungkin bisa dipilih oleh Persitara.
“Saya satu visi dengan wakil DPRD provinsi DKI Jakarta, bapak M. Taufik, kalau sepak bola butuh dana yang tidak sedikit dalam membangunnya. Apalagi untuk membentuk suatu klub yang dapat bertahan dalam suatu kompetisi liga di Indonesia bahkan di luar negeri sekali pun,” tegas Hardi.
“Jika Persitara ingin tetap eksis ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh klub. Pertama, klub harus memiliki badan hukum yang jelas. Disini saya dengar sudah ada yang namanya PT. Persitara Sejahtera, itu harus diperjelas statusnya, pak, karena sejauh ini klub-klub di Indonesia sudah membentuk PT sendiri,” ujarnya menambahkan.
“Kemudian yang kedua, harus melunasi hutang-hutang klub selama pernah ambil bagian dalam kompetisi sebelumnya, ketiga, menaruh uang jaminan untuk kompetisi satu musim penuh. Syarat itu harus dipenuhi oleh klub.”
Menurutnya, M. Taufik bersama-sama dengan Asprov PSSI DKI Jakarta bisa saling bahu membahu dalam menggalang dana dengan beberapa perusahaan besar di daerah Jakarta Utara.
“Bersama Asprov PSSI DKI Jakarta, pak Taufik bisa saling berkomunikasi untuk bagaimana caranya mencari dana dari sponsor-sponsor yang ada di wilayah Jakarta Utara. Mungkin saja bisa memanfaatkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) perusahaan yang ada sekitar sini. Dana mereka dalam satu tahun itu pak, setahu saya tidak sedikit,” beber Hardi.
“Dimana peran NJ Mania?, suporter atau pendukung fanatik klub bisa jadi pemicu sponsor untuk menggelontorkan dananya. Mereka pasti melihat sejauh mana Persitara ditonton oleh banyak orang dalam setiap pertandingannya,” tutupnya.





